(Verse 1)
Mentari baru menyentuh jendela
Dia bangun, senyumnya sudah ada
Bukan karena dunia tanpa luka
Tapi hatinya memilih berbahagia
Langkah kakinya kecil, tapi pasti
Menyambut hari tanpa ragu lagi
Bukan baja yang ada di dada
Namun kelembutan yang menjadikannya perkasa
(Pre-Chorus)
Dia tahu badai takkan menunggu
Tapi dia punya payung biru
Sikapnya tenang, matanya bening
Menyerap gelap, memantulkan terang
(Chorus)
Dia adalah Pelangi Pagi, yang takkan pudar
Lembut tutur katanya, tapi jiwanya tegar
Di tangan kecilnya, ada sejuta doa
Menebar damai, mengubah gundah jadi ceria
Maju melangkah dengan energi yang murni
Gadis tangguh, berhati seindah mentari
(Verse 2)
Mungkin pernah jatuh, air mata pun tumpah
Namun dia tak biarkan semangatnya patah
Dia tak berteriak, tak perlu gemuruh
Cukup tatap mata, dunia pun patuh
Karena kekuatannya bukan amarah
Tapi empati yang tak pernah lelah
Memberi sapa, memeluk yang rapuh
Membuat semua sekitar merasa utuh
(Pre-Chorus)
Dia tahu badai takkan menunggu
Tapi dia punya payung biru
Sikapnya tenang, matanya bening
Menyerap gelap, memantulkan terang
(Chorus)
Dia adalah Pelangi Pagi, yang takkan pudar
Lembut tutur katanya, tapi jiwanya tegar
Di tangan kecilnya, ada sejuta doa
Menebar damai, mengubah gundah jadi ceria
Maju melangkah dengan energi yang murni
Gadis tangguh, berhati seindah mentari
(Bridge)
Bukan boneka kaca yang mudah pecah
Tapi bunga teratai yang mekar di lumpur
Dia hanya ingin hidup, berbagi cahaya
Menjadi mercusuar di tengah badai kabut
(Chorus)
Dia adalah Pelangi Pagi, yang takkan pudar
Lembut tutur katanya, tapi jiwanya tegar
Di tangan kecilnya, ada sejuta doa
Menebar damai, mengubah gundah jadi ceria
Maju melangkah dengan energi yang murni
Gadis tangguh, berhati seindah mentari
(Outro)
Oh, seindah mentari...
Pelangi Pagi... Selalu ada di sini...