(Verse 1)
Malam sunyi, angin berbisik
Langkahku pelan di lorong sempit
Cahaya redup, hati berdegup
Ada suara yang lirih memanggilku
(Verse 2)
Dinding berlumur warna kelam
Jam berhenti, waktu pun tenggelam
Cermin retak, wajah siapa?
Bayangan itu terus mengikutiku
(Chorus)
Bayangan di lorong tak pernah pergi
Mata merahnya membakar hati
Dia menari di balik gelap
Membisikkan namaku dengan suara serak
(Verse 3)
Pintu tertutup, tak bisa keluar
Tanganku gemetar, napasku hambar
Tangisan kecil dari balik duka
Menggema dalam jiwa yang luka
(Chorus)
Bayangan di lorong tak pernah pergi
Menjerat jiwa dalam sunyi
Dia tertawa dalam tangis
Menghapus batas antara nyata dan mimpi
(Bridge)
Apakah aku masih hidup di sini?
Ataukah aku hanya mimpi yang mati?
Semua terasa terlalu sunyi
Terlalu nyata… terlalu ngeri...
(Outro)
Bayangan di lorong…
Kini aku jadi dia…