(Verse 1)
Kita anak kota yang hilang bayang,
Cari makna dalam cahaya yang terang,
Jari menari di atas kaca,
Hati kosong, minda pun lara.
Like, share, repeat — itu mantra,
Dunia palsu jadi nyata,
Kita ketawa tanpa suara,
Menangis tanpa siapa tahu rasa.
(Pre-Chorus)
Di mana jiwa, di mana rasa,
Terperangkap dalam maya dan dosa,
Cermin retak memantul wajah,
Tapi siapa diri sebenar yang kau lihat?
(Chorus)
Oh, generasi lupa makna hidup,
Tenggelam dalam gelombang YouTube,
Menari di layar, lupa realiti,
Cinta sejati diganti emosi emoji.
Oh, dunia laju, jiwa perlahan,
Kita berlari tanpa tujuan,
Wahai anak masa depan,
Masihkah kau kenal Tuhan?
(Verse 2)
Tanda pagar jadi doa palsu,
Akal dijual dengan harga nafsu,
Ilmu ditinggal, trend dijulang,
Kita semua pandai tapi kosong di tulang.
TikTok jadi kitab harian,
Cinta, maruah — semua pinjaman,
Manusia jadi jenama murah,
Mengejar viral, hilang maruah.
(Bridge)
Aku bukan menghukum,
Cuma bertanya di antara bising dan sunyi,
Adakah kita masih manusia,
Atau sekadar profil yang mati?
(Final Chorus)
Oh, generasi tanpa pedoman,
Cermin retak di tangan,
Bangkitlah sebelum hilang,
Kerana masa tak tunggu insan.
(Outro)
Skrin biru tetap menyala,
Tapi jiwa siapa yang sebenarnya padam?