(Verse 1)
Bayang memburu di bawah bulan
Nafas dingin, nyawa korban
Mata membakar, tajam menyentap
Aku berjalan tanpa jejak
Denyut muda, manis terasa
Aku hidu, rasa gelora
Kulit suci, belum ternoda
Segera tenggelam dalam dosa
(Chorus)
Lapar abadi, nafsu berdarah
Ku hirup mentari, ku tinggalkan bara
Jerit terakhir, nafas pun padam
Darahmu kunci takdir kelam
Lapar abadi, dingin menggigit
Muda mu ubat, ku takkan sakit
Tiada simpati, tiada ikatan
Haus ini takkan pernah padam
Warrrrrrrrrrggggggghhhhhhhhaa haaa haaaa!!!
(Verse 2)
Tiada bayang, tiada sesal
Aku sumpahan dari malam kekal
Dalam matanya, ku nampak api
Akan ku padam, kini dia mati
Ciuman tajam, luka terbuka
Nama ku ukir atas nyawa
Dia rebah, pucat dan kaku
Aku kembali, segar menyatu
(Chorus)
Lapar abadi, nafsu berdarah
Ku hirup mentari, ku tinggalkan bara
Jerit terakhir, nafas pun padam
Darahmu kunci takdir kelam
Lapar abadi, dingin menggigit
Muda mu ubat, ku takkan sakit
Tiada simpati, tiada ikatan
Haus ini takkan pernah padam
Warrrrrrrrrrggggggghhhhhhhhaa haaa haaaa!!!
(Bridge – Jeritan)
Dia cahaya, aku busuk
Darah suci jadi racun untuk
Seribu tahun ku tanggung beban
Tiap titis nyawa ku rampas perlahan
(Breakdown – Perlahan & berat)
Darah di bibir, api di dada
Ku buru dara, ku biar mereka
Sumpahan hidup, dahaga kekal—
Dari buaian ke liang terhalal
(Final Chorus)
Lapar abadi, maut berbunga
Dia beri hidup, dia mati juga
Malam panjang, jantung menjerit—
Seorang lagi hilang dalam langit
Lapar abadi, takkan pudar
Selamanya haus, darah segar
Tiada hujung, tiada damai—
Hanya muda, dan dusta yang sampai
Warrrrrrrrrrggggggghhhhhhhhaa haaa haaaa hahaha!!!