terkadang sendu tak selalu merakit luka
ia juga mengisyaratkan bahagia
seperti saat itu kala ku lihat dia
menggandeng tanganmu dengan penuh mesra
kepadamu dulu aku jatuh cinta
menanam asa bisa bersama sepanjang usia
saat itu engkau di tepian kota
aku masih sendiri kau sudah jadi miliknya
terima kasih atas segala rasa
pada hari itu pun aku turut bahagia
karena aku selalu tahu
menyukaimu bukan berarti selalu memilikimu
terima kasih atas segala rasa
pada hari itu pun aku turut bahagia
karena aku selalu tahu
menyukaimu bukan berarti selalu
terima kasih atas segala rasa
pada hari itu pun aku turut bahagia
karena aku selalu tahu
menyukaimu bukan berarti selalu memilikimu
yang terhebat dari waktu adalah karena
ia terus berputar secara sederhana
kita kembali bertemu di tepian kota
engkau sendiri lagi dan aku sudah berdua
Sungguh tak terasa
Sudah tujuh tahun
Rotasi waktu hidupku
Binar mata yang membiru
Hari-hari yang lesu
Aku menunggu kamu
Selalu aku lihat belakang punggungmu
Disaat kau lihat belakang punggung pria lain
Menunggu kau menoleh dan berlari kearahku
Dan memelukku seerat-eratnya
Sudah aku coba
Untuk menghapusmu
Naifku hanya jelaga
Dirindu pada siapa
Kumasih merasakannya
Kamu masih penyebabnya
Selalu aku lihat belakang punggungmu
Disaat kau lihat belakang punggung pria lain
Menunggu kau menoleh dan berlari kearahku
Dan memelukku seerat-eratnya
Selalu aku lihat belakang punggungmu
Disaat kau lihat belakang punggung pria lain
Menunggu kau menoleh dan berlari kearahku
Dan memelukku seerat-eratnya
Mencoba berdamai dengan diriku
Tapi kau slalu tau itu
Bagaimana mungkin
Ketika kau masih jadi satu-satunya
Alasanku menunggu di lini waktuku
Sungguh tak terasa
Sudah tujuh tahun
Habiskan masa mudaku
Hanya untuk membuatmu
Terkesan kepadaku
Begitu bodohnya aku