[Intro]
Tatapan pertama, hangatnya menyentuh,
Di balik senyuman, ada yang terpendam.
[Verse 1]
Kau datang tiba-tiba seperti embun pagi,
Cinta yang tak terduga, hatiku bergetar.
Namun lamanya mengenal, kau menggores hati,
Seperti badai datang, merobohkan semua.
[Pre-Chorus]
Tak mengerti di mana, salahku berada,
Rasa ini membara, kini terasa hampa.
Wajah secantikmu, beri luka yang dalam,
Samudra cinta, tersiksa dalam gelap.
[Chorus]
Mengapa takut untuk jadi diri,
Dalam tatapan yang penuh misteri?
Kau ubah sikap, seolah menghilang,
Mengapa hatiku, tertutur merindu?
[Verse 2]
Kenangan kita hangat, terpatri di jiwa,
Hanya ada luka, saat kau pergi jauh.
Harapku padamu, jangan rombak cinta,
Biarlah segalanya, meski tak sempurna.
[Pre-Chorus]
Kau pergi tanpa kata, seperti angin lalu,
Menghindar dari rasa, yang dulu kau peluk.
Wajah secantikmu, beri luka yang dalam,
Samudra hati, terkurung sunyi.
[Chorus]
Mengapa takut untuk jadi diri,
Dalam tatapan yang penuh misteri?
Kau ubah sikap, seolah menghilang,
Mengapa hatiku, tertutur merindu?
[Bridge]
Jangan tutupi rasa, apapun yang terjadi,
Kita bisa berbagi, jangan takut pada diri.
Luka ini, memang tak mudah terobati,
Namun harapan cinta, kan selalu ada di sini.
[Chorus]
Mengapa takut untuk jadi diri,
Dalam tatapan yang penuh misteri?
Kau ubah sikap, seolah menghilang,
Mengapa hatiku, tertutur merindu?
[Outro]
Tatapan pertama, hangatnya menyentuh,
Namun kini semua, terasa jauh.
Samudra rindu ini, menunggu harapan,
Mengubah dingin, jadi hangat kembali.