(Verse 1)
Kau senyum pura-pura, busuk di balik bibir
Terapung dusta, kau tabur di jalan pikir
Kau kira aku lemah, bisa kau injak tanpa suara
Tapi aku simpan bara, biar panas di ujung tawa
(Pre-Chorus)
Jangan panggil aku menangis, itu untuk yang kalah
Aku pelajari namamu, untuk kubawa jatuh pelan-pelan
(Chorus)
Kau akan tahu rasanya, waktu ku balas langkahmu
Dari atas aku saksikan, kau runtuh tanpa malu
Benci ini bukan lemah, tapi bahan bakar ku hidup
Kau nusuk, aku bangkit — kubiarkan kau tergelincir
(Verse 2)
Senyummu jadi senapan, tembakan tanpa ampun
Tiap janji yang kau patah, jadi tangga buatku naik ke puncak
Kau kira luka akan mati, tapi aku siram dengan tekad
Setiap dustamu jadi cerita, yang kujual pada waktu
(Pre-Chorus)
Tak butuh maaf yang palsu, tak mau air mata pura
Aku kumpulkan pelajaranmu, jadi rencana yang nyata
(Chorus)
Kau akan tahu rasanya, waktu ku balas langkahmu
Dari atas aku saksikan, kau runtuh tanpa malu
Benci ini bukan lemah, tapi bahan bakar ku hidup
Kau nusuk, aku bangkit — kubiarkan kau tergelincir
(Bridge / Rap)
Dengar—
Kau mainkan peran, aku hapus naskahmu tanpa jeda
Kau pikir terobekku berarti kalah? Salah besar, itu pembuka
Aku tak butuh belati lagi, cukup karier, nama, wibawa
Kau tercekik ulahmu sendiri, aku? Aku minum senyum bahagia
(Chorus - Variation)
Kau akan tahu rasanya, waktu dunia memutar balik
Semua yang kau bangun dari dusta, runtuh jadi debu dan asap
Benci yang kupegang rapi, jadi kuasa di tangan ini
Kau nusuk, aku jawab — dan kau tak kan pernah kembali
(Outro)
Jangan cari sisa aku, kau cuma temui bayang di bawah kakiku
Kau tanam racun pada tanahmu sendiri — biar kau tumbang sendiri