Verse 1) Ribuan malam ku nanti, menatap langit yang sama Berharap bintang jatuh, bawa serta cinta yang sempurna Yang selalu digembar-gemborkan, dalam cerita dan layar Namun di kisahku sendiri, hanya kosong yang menjalar
(Pre-Chorus) Setiap senyum yang terbagi, bukan untukku arahnya Setiap janji yang terucap, tak pernah ku rasa maknanya Seolah aku ini bayangan, tak pantas untuk disentuh Terperangkap dalam sunyi, jiwa terasa runtuh
(Chorus) Ku cari di mata orang, setitik cinta yang abadi Yang bisa menambal luka, yang tumbuh di dalam sepi Tapi yang kudapat hanyalah, cermin yang buram dan retak Membisikkan aku tak layak, membuat hati terhenyak
(Verse 2) Perasaan tak berarti, jadi teman tidurku setia Semua salahku, kataku, mengapa mereka tak suka Ku ubah diri berkali-kali, demi tatapan yang manis Namun tetap saja hampa, hanya air mata yang teriris
(Pre-Chorus) Semakin keras ku mencari, semakin jauh ia lari Cinta yang kuimpikan itu, ilusi di tengah hari Sampai lelah ku bertanya, apa kurangku, apa salahku? Rantai rasa tak berharga, mengikat erat langkahku
(Bridge) Lalu, saat semua pudar, ku dengar suara kecil Bukan dari dunia luar, tapi dari hati yang terkil "Mengapa terus meminta, jika kau bisa memberi?" Cinta yang sejati itu, ada di dalam diri
(Chorus) Ku berhenti mencari lagi, di mata orang yang fana Kini ku berdiri tegak, tak butuh belas kasihan dunia Karena aku telah menemukan, cermin yang jernih dan utuh Mencintai segala kurangku, jiwaku kini berlabuh
(Outro) Cinta yang kuimpikan, bukan lagi di tangan mereka Tapi di pelukanku sendiri, takkan pernah kutinggalkan Aku berharga, aku cukup, itulah kebenaran kini Terima kasih, diriku, untuk pelukan yang sejati.