Disekian kalinya
Kita berjalan di bahu realita
Meniti tiap jengkal sendu,canda,suka dan luka yang tersekap erat didada
Bukankah harusnya mudah untuk bicara apa adanya.
Tapi,
Lagi dan lagi yang keluar hanya kebisuan
Padahal di dalam sana amat bising mendesing.
Selalu membendung semua hal perih sendiri,
Pada akhirnya air mata menganak sungai menyisir pipi.
Kita adalah manusia unik
Tersenyum dalam runyam
Selalu memeluk kehampaan
Dan hidup berjalan sekilas tanpa beban,
Betapa hebat dan kuat seperti yang mereka tahu.
Hey!! kamu.
Ya benar kamu sendiri.
Menangislah selepasnya,
Tertawalah sekencang-kencangnya,
Kamu berhak dengan segala hal,
Jangan terlalu selalu membatasi hati.
Adakalanya kamu sekuat gunung
Namun tiada salahnya kamu juga menangis.
Sudah terlalu banyak yang kamu jaga,
Maka dari itu, luapkan sepuasnya.
Kamu sudah terlalu hebat berpura-pura.
Jika sudah demikian
Tarik kembali senyummu
Ya.. seperti itu.
Itulah kamu dengan bentuk sempurnamu.