Ia merapalkan cinta
Agar semua berpihak
Kenang kenangan memang meranum
Namun justru kebencian mengebul
Asapnya memenuhi ruang-ruang sesak
Udara mencekik panas merajam
Lalu suara-suara benak merajalela
Merasuk jiwa-jiwa penat penuh lelah
Yang kosong
Yang tiada
Yang tak mungkin
Disembuhkan mantra
Pada akhirnya hanya sepi
Kesendirian yang menghujam
Kesadaran mengharu biru
Bahwa hidup adalah kesunyian abadi