

Prompt / Lyrics
[Verse] Langkah berat di jalan penuh darah, Bekas hidup, jejak kaki orang kalah. Kota mati, bau bangkai di udara, Mata merah zombie, gelap tanpa cahaya. Waktu berhenti, dunia jadi liar, Harapan rapuh, tapi jiwa tetap ngelawan. [Prechorus] Tangan kotor, cari sisa harapan, Satu kaleng sarden, jadi pesta makan. Senjata di genggaman, peluru jadi teman, Di dunia tanpa aturan, hati tetap lawan. [Chorus] Aku orang biasa, bertahan di neraka, Zombie menggeram, hidup penuh teka-teki. Mencari barang, makanan di tumpukan debu, Di dunia hancur, tak ada waktu mengeluh. Aku orang biasa, tapi jangan diremeh, Kiamat ini neraka, aku tetap tegak berdiri. [Verse 2] Lampu padam, cuma bulan yang sisa, Langkah sunyi, bayang-bayang jadi musuh utama. Mimpi buruk bangun di siang bolong, Zombie lapar, aku harus terus melompat. Kantong kosong, ransel penuh beban, Tapi tekad di hati lebih berat dari senapan. [Bridge] Jalan panjang, hidup cuma perjudian, Kawan jadi lawan, nyawa harga sekian. Di setiap sudut, rasa takut jadi racun, Tapi aku berdiri, tak akan jatuh di jurang. [Chorus] Aku orang biasa, bertahan di neraka, Zombie menggeram, hidup penuh teka-teki. Mencari barang, makanan di tumpukan debu, Di dunia hancur, tak ada waktu mengeluh. Aku orang biasa, tapi jangan diremeh, Kiamat ini neraka, aku tetap tegak berdiri.
Tags
trap, swinging hi-hats, and a touch of retro brass for bounce, electro, hip hop, electro swing, synth layers, rap, electro swing; heavy 808s
2:49
No
11/25/2025