gerimis hujan dibulan kedua
diantara tahun yang kian menua
tak pernah terbersit dia mendua
Tuhan mengapa kau ciptakan aku yang pendosa
untuk dia yang malamnya selalu terjaga
sedangkan aku hanya jumawa
dia Dinda
meski dunia kadang tak ramah
tentram hatinya dalam rumah
palung
jiwanya menanti pagi
tak kucari Dia dimana
karena dia selalu ada disetiap sudut mataku
dalam banyak riak picik nanar egoku
dia Dinda
meski dunia kadang tak ramah
tentram hatinya dalam rumah
palung jiwanya menanti pagi
Tuhan mengapa kau ciptakan aku yang pendosa
untuk dia yang malamnya selalu terjaga
sedangkan aku hanya jumawa
dia Dinda
dia Dinda
dia dinda
gerimis hujan dibulan kedua
diantara tahun yang kian menua
kan ku ukir namamu sampai akhir hayatku