Di balik senyummu yang mulai rapuh
Kau sembunyikan lelah yang tak pernah runtuh
Tangan kasar penuh luka waktu
Masih mengusap air mataku
Kau bangun pagi sebelum mentari
Berdoa diam tanpa ingin dipuji
Semua luka kau telan sendiri
Demi aku yang tak mengerti
Ibu… maafkan aku yang sering lupa
Betapa besar cinta yang kau jaga
Air matamu jatuh tanpa suara
Namun doamu tak pernah berhenti untukku
Kini saat kau mulai menua
Langkahmu tak lagi sekuat dulu
Aku baru sadar semuanya
Cintamu takkan terganti waktu
Jika waktu bisa kuputar kembali
Kan kupeluk dirimu setiap hari
Takkan kubiarkan kau sendiri
Menangis dalam sepi
Ibu… maafkan aku yang sering lupa
Betapa besar cinta yang kau jaga
Air matamu jatuh tanpa suara
Namun doamu tak pernah berhenti untukku
Saat dunia tak lagi memihakku
Namamu selalu kupanggil lirih
Ibu… kau rumah di setiap langkahku
Meski kini hanya dalam rindu yang perih