Dulu aku pelindung tanah ini,
Bersama kasih dan sahabat sejati.
Tapi dunia kejam merenggut semua,
Meninggalkanku dalam nestapa.
Jeritan malam, darah membanjir,
Sahabat gugur, hati pun getir.
Dan dia, yang ku cinta sepenuh jiwa,
Menusukku dengan dusta dan tawa.
Kini aku bukan yang dulu lagi,
Tak ada cahaya di jalan ini.
Jawa terpecah, perang membara,
Akulah bayangan di tengah lara!
Tiga wilayah, tercerai berai,
Tangis rakyat, teriakan pilu.
Pedang kupanggul, dendam membara,
Tiga kerajaan, tunduk padaku!
Aku bukan pahlawan lagi,
Aku kini penguasa sendiri.
Siapa menentang, kan kuhancurkan,
Sampai dunia sujud di kakiku!
Di atas singgasana yang kubangun sendiri,
Darah dan air mata mengiringi.
Mereka memanggilku sang penjahat,
Tapi aku hanya ingin keadilan yang tepat!
---