[Intro – Lo-fi chill, soft piano & vinyl crackle ambience]
Ku pikir kau hanya teman biasa
Tak mungkin ada rasa
Tapi kini ku hanya bertanya
Kenapa harus dia?
[Verse 1 – Lo-fi chill, soft keys & smooth R&B bassline]
Awalnya ku pikir tak masalah
Kukenalkan kau padanya
Kupikir kau hanya teman biasa
Tak mungkin ada rasa
[Pre-Chorus – Orchestral cinematic, swelling strings & airy vocal harmonies]
Tapi kini kau berubah
Tatapanmu tak lagi sama
Kau buat hatiku bertanya
Kenapa harus dia?
[Chorus – Deep R&B groove, smooth beats & cinematic pads]
Kenapa aku yang jadi saksi
Saat kau genggam tangannya kini?
Oh, should've known, should've seen
Kau dan dia, bukan mimpi burukku sendiri
[Post-Chorus / Drop – Future Bass, vocal chops, big synth chords & reverb-heavy beats]
Kenapa harus dia? Oh-oh-oh
Tak bisa ku terima
Kenapa harus dia? Oh-oh-oh
Aku yang terluka
[Verse 2 – Lo-fi chill, soft keys & smooth R&B bassline]
Dulu kau bilang aku berarti
Kini aku hanya bayangan
Kau tersenyum di peluknya
Sedang aku penuh penyesalan
[Pre-Chorus – Orchestral cinematic, swelling strings & airy vocal harmonies]
Tapi kini kau berubah
Tatapanmu tak lagi sama
Kau buat hatiku bertanya
Kenapa harus dia?
[Chorus – Deep R&B groove, smooth beats & cinematic pads]
Kenapa aku yang jadi saksi
Saat kau genggam tangannya kini?
Oh, should've known, should've seen
Kau dan dia, bukan mimpi burukku sendiri
[Post-Chorus / Drop – Future Bass, vocal chops, big synth chords & reverb-heavy beats]
Kenapa harus dia? Oh-oh-oh
Tak bisa ku terima
Kenapa harus dia? Oh-oh-oh
Aku yang terluka
[Bridge – Orchestral cinematic + lo-fi elements, melancholic piano & soft strings]
Andai waktu bisa kembali
Tak akan ku pertemukan kalian
Biarlah ku sendiri
Daripada kehilangan hati
[Outro – Lo-fi chill, soft piano, vinyl crackle fade-out]
Kini semua sudah terjadi
Tak ada yang bisa kuhindari
Tinggallah aku di sini
Menyesali yang tak bisa kuubah lagi