

Prompt / Lyrics
[Verse 1] Aku bangun di lumpur, bau besi Jari gemetar pegang pelatuk, bibir basi Helm penuh gores, nama teman disilang Foto keluarga di saku, warna mulai pudar hilang [Pre-Chorus] Tanah bergetar, doa berantakan Langit memerah, waktu dipatahkan Siapa yang pulang? Siapa yang tinggal di bayang? [Chorus] Aku prajurit di parit seperti neraka Langkah maju meski jantung mau pecah Serbuan artileri hancurkan segala kata Tapi suaraku masih hidup, masih teriak (masih teriak) [Verse 2] Tank baja merayap, rantai makan batu Asap hitam menari, nutup matahari jatuh Teriak bercampur, takut, marah, tawa gila Nama dipanggil, kadang cuma sisa udara [Pre-Chorus] Tanah bergetar, doa berantakan Langit memerah, waktu dipatahkan Siapa yang pulang? Siapa yang tinggal di bayang? [Chorus] Aku prajurit di parit seperti neraka Langkah maju meski jantung mau pecah Serbuan artileri hancurkan segala kata Tapi suaraku masih hidup, masih teriak (masih teriak) [Bridge] Kalau ini akhir, tulis di batu Aku pernah takut, tapi tetap maju Darah di seragam, namaku di tanah Di tengah gemuruh, ku rap sampai lelah [Chorus] Aku prajurit di parit seperti neraka Langkah maju meski jantung mau pecah Serbuan artileri hancurkan segala kata Tapi suaraku masih hidup, masih teriak (masih teriak)
Tags
rap, Aggressive rap-rock crossover: distorted bass riff locked to hard-hitting drums, glitchy electro stabs and siren-like synths. Verses spit in rapid-fire Indonesian over gritty hip hop groove; pre-chorus drops to half-time with filtered vocals, then chorus explodes punk-style with shouted gang vocals. Male vocals, heavy saturation, abrupt stop-starts for impact, crowd-chant hook in the outro., electro, hip hop, punk
2:41
No
1/31/2026