[Verse]
Rakyat di bawah langit ini, hidup seperti pengemis, pengeluar kebijakan, lebih pandai mengeluh daripada mendengar nasihat.
Muka kita di tanah, tangan di angin, hanya berdoa semoga hari ini, kita tidak lagi diabaikan.
[Chorus]
Tidak lagi rakyat seperti pengemis,
Mau bicara, mau terdengar, itu hak yang kita miliki.
Hendak merdeka, hendak dihargai,
Mari bangkit, jangan biarkan nasib kita lagi diabaikan.
[Bridge]
Bulan purnama, langit biru cerah
Tapi dalam hati, gelap gulita.
Tak ada harapan, tak ada jalan keluar,
Cinta rakyat, dimana-mana hilang jejak.
[Verse]
Pemimpin datang, janji banyak dibawa,
Tapi rezeki masih saja hampa.
Kita seperti seekor ular, yang ditempatkan di tepi jurang, tidak ada jalan lain selain berjuang.
[Pre-chorus]
Biarlah malam panjang, cahaya bintang redup, namun harapan kita, tetap terang dan bersinar. Mau lari, mau berdiri, kita tidak sendiri, kawan-kawan rakyat, bersatu dan kuat.
[Chorus]
Tidak lagi rakyat seperti pengemis,
Mau bicara, mau terdengar, itu hak yang kita miliki.
Hendak merdeka, hendak dihargai,
Mari bangkit, jangan biarkan nasib kita lagi diabaikan.