"Api di Langit Negeri Luka"
Verse 1:
Langit kelabu di atas tanah luka,
Seribu janji hilang di pusara.
Tangis rakyat jadi nyanyian malam,
Tertelan dusta di balik senyum kekuasaan.
Pre-Chorus:
Namun di dada seorang pemuda,
Ada bara yang tak pernah padam,
Ia menatap reruntuhan mimpi,
Dengan tekad menantang gelapnya malam.
Chorus:
Biar darah ini jadi tinta sejarah,
Biar luka ini jadi saksi arah.
Bangkit, wahai jiwa muda yang tersisa,
Hancurkan tembok korupsi dan dosa!
Kan kutulis kembali masa depan bangsa,
Dengan jari-jari penuh luka dan doa.
Verse 2:
Jalan panjang penuh tipu daya,
Para serigala berseragam cahaya.
Namun langkahku takkan goyah,
Meski dunia berbisik, “Kau hanya fana.”
Pre-Chorus:
Setiap air mata adalah senjata,
Setiap luka adalah tanda cinta.
Untuk negeri yang lama tertidur,
Kan kubangunkan meski nyawa terhancur.
Chorus:
Biar darah ini jadi tinta sejarah,
Biar luka ini jadi saksi arah.
Bangkit, wahai jiwa muda yang tersisa,
Hancurkan tembok korupsi dan dosa!
Kan kutulis kembali masa depan bangsa,
Dengan jari-jari penuh luka dan doa.