Hening! Hening! Hening!
Berhenti lah sejenak
Perhatikan saat ini
sudah se-apa-adanya
Sudah sempurna,
sudah berlimpah
Tanpa batas, Tak berbatas
Hadirkan rasa sedih mu
Izinkan rasa kecewa mu
Naik ke permukaan
Juga rasa takut, dan rasa marah
Semuanyaaa, hadirkan sajaaa
Sadari nafasmu,
nikmati sesak dada mu
Peluklah perih dan
pahitnya derita mu
Gak enak, gak nyaman
Resah, resah, gelisah
Sedih, sedih juga marah
Oooh, kecewaaa.
Jangan lupa, bila ada dendam
Ada angkuh dan kesombongan
Sok kuasa, padahal lemah
Sok angkuh, padahal rapuh
Izinkan hadir juga
Dan, lalu tanyakan,
Rasa mu paling dalam,
dengan berbisik pada jiwa.
Bisa kah dilepaskan?
Boleh kah dilepaskan?
Mau kah melepaskan?
Mau, mau, oooh Mau
Kapan mau dilepaskan?
Sekarang, sekarang, saat ini saja
Sekarang, sekarang, saat ini saja
Nah, saat ini, bagaimana rasanya?
Mulai merasa lega, terasa sejuk di dada
Saat ini mulai lah terbuka untuk masuknya peluang dari yang maha penyayang
Aku mengizinkan diri ku menerima cinta murni, kasih sayang, luas tanpa batas, dengan cara mudah dan menyenangkan.
Menjadi diri sejati, yang sadar, menyatu ke dalam pelukan pemilik alam semesta
Kini aku berserah, kepada yang maha kuasa
Yang maha berlimpah penuh kasih sayang, memberi ku kesadaran diri sejati, seutuhnya.