[Intro – ambient, gamelan lembut, bisikan mantra & dzikir]
“Antara dupa dan sajadah…
Kita nyanyikan satu kidung cinta…"
[suara alam, denting lembut, napas musik perlahan tumbuh]
[Verse 1]
Kulihat cahayamu di balik siluet
Di bawah pelinggih, kau sembah sunyi
Aku temukan tenang dalam rukuk
Kita berjarak, tapi dekat di hati
[Pre-Chorus]
Tak kupinta kita sama
Cukup kau genggam jiwaku saja
Dalam perbedaan, kita bersetia
Tanpa harus saling mengubah warna
[Chorus]
Ini kidung dua dunia
Kau ucap “Om Shanti”, ku bisik “Bismillah”
Dua jiwa, dua arah
Tapi hati kita… menari di jalur yang sama
Ini lagu tanpa syarat
Antara karma dan takdir yang erat
Biarkan semesta mencatat
Cinta ini bukan sesat
[Drop]
[Verse 2]
Kau bunga yang dipersembah di pura
Aku cahaya dari bait-bait surah
Meski tak sejalan tata upacara
Tapi sejiwa dalam cinta yang bersahaja
[Pre-Chorus]
Tak kupinta dunia tunduk
Cukup kau dan aku yang sepakat
Bahwa rasa tak perlu identik
Untuk setia dan saling kuat
[Chorus]
Ini kidung dua dunia
Kau ucap “Om Shanti”, ku bisik “Bismillah”
Dua jiwa, dua arah
Tapi hati kita… menari di jalur yang sama
Ini lagu tanpa syarat
Antara karma dan takdir yang erat
Biarkan semesta mencatat
Cinta ini bukan sesat
[Bridge – progresif, instrumen sape + ambient pad]
Kau ukir mantra di batu
Aku tulis doa di langit biru
Tak perlu altar yang sama
Untuk cinta yang murni dan menyatu
[Final Chorus – dinamis, megah, penuh harmoni]
Ini kidung dua dunia
Bukan cerita biasa
Antara dupa dan tasbih
Kita temu dalam kasih
Kau menari di panggung kayangan
Aku melantun dalam keheningan
Cinta kita tak perlu jawaban
Karena ia hidup…
di antara perbedaan
[Outro – fade out suara alam, mantra, dzikir lembut]
“Om…
Amin…
Dua lidah… satu nurani…
Kidung kita… abadi.”