Mentari tenggelam di ufuk barat,
Membawa pergi sisa-sisa semangat.
Hatiku sunyi, terdiam sendiri,
Diiringi angin yang berbisik letih.
Senja hati, warna kelabu,
Menyisakan luka, yang tak terobati.
Rasa hampa, menusuk kalbu,
Hanya air mata, yang mampu ku beri.
Kenangan berlalu, silih berganti,
Menoreh luka, semakin dalam di hati.
Langkahku terhenti, di persimpangan jalan,
Mencari arah, di tengah badai hujan.
Senja hati, warna kelabu,
Menyisakan luka, yang tak terobati.
Rasa hampa, menusuk kalbu,
Hanya air mata, yang mampu ku beri.