(Verse 1 – Pengakuan Rahsia)
Berabad rasa, tersimpan dalam sunyi,
Cinta ini kubiar mekar di dasar hati.
Hanya kerna dirimu, ratu yang tak tergapai,
Bersemayam indah, di puncak singgahsana sepi.
(Verse 2 – Simbol Harapan)
Di danau yang tenang, di bawah payung cemara,
Pohon itu teguh, mendakap langit senja.
Begitulah harapku, menggunung tinggi dan setia,
Menanti saatnya, membelai jiwamu yang lama.
(Chorus – Janji Abadi dan Penawar)
Akan kupersembah, cinta yang tak terperi,
Menjadi suluhan, memecah kelam malam sepi.
Biarlah ia penawar, merawat syaitan di hati,
Mewarnai semula, kanvas jiwamu yang murni.
(Bridge – Kembara Asmara)
Bersamaku, kita rentasi lembaran takdir,
Menjelajahi alam, di mana asmara berzahir.
Di sana, kita bina kota kasih yang kukuh,
Benteng abadi, dari rintangan yang menyentuh.
(Outro – Ikrar dan Mekar)
Genggamlah janjiku, ukirkan di nadimu,
Sematkan ia dalam sanubari, biar menyatu.
Semoga kasih ini, mekar mewangi selamanya,
Mengharumkan setiap detik, nafas hidupmu berdua.