[Intro]
Di sudut kafe, ada cerita tersembunyi,
Bidadari sendirian, menanti keajaiban menyapa.
[Verse 1]
Kopi hangat dalam genggaman tangannya,
Setiap tetesnya menari di atas meja kayu,
Tatapan kita bertemu dalam sunyi,
Sepi hampa yang hanya bisa kita rasakan bersama.
[Pre-Chorus]
Rindu terbit dari dalam hati,
Setiap kata terucap bagaikan puisi,
Hati bergetar, harapan bersemi,
Dalam aroma kopi, kita berbagi mimpi.
[Chorus]
Bidadari, di sini kita bertemu,
Dalam cangkir kopi, cerita kita terjalin,
Tatapan ini takkan kamu lupakan,
Karena filosofi kopi telah mengikat kita dalam manisnya kenangan.
[Verse 2]
Dia membagi cerita, seolah dunia milik kita,
Malam sunyi menjelma menjadi sorotan bintang,
Rasa malu yang menjalar saat jari kita bersentuhan,
Kopi dingin takkan menghapus semua rasa ini.
[Pre-Chorus]
Rindu terbit dari dalam hati,
Setiap kata terucap bagaikan puisi,
Hati bergetar, harapan bersemi,
Dalam aroma kopi, kita berbagi mimpi.
[Chorus]
Bidadari, di sini kita bertemu,
Dalam cangkir kopi, cerita kita terjalin,
Tatapan ini takkan kamu lupakan,
Karena filosofi kopi telah mengikat kita dalam manisnya kenangan.
[Bridge]
Mengalir waktu, kita terjebak dalam tawa,
Setiap sip, menambah rasa percaya,
Tak ada yang lebih indah dari momen ini,
Di antara kita, ada cinta yang tak terucap.
[Outro]
Bidadari, kan kuukir dalam ingatan,
Setiap seduhan kisah, takkan ku lupakan,
Melainkan dalam cangkir kopi, kita bertahan,
Filosofi ini akan selalu ada, asal kita bersama.