Kau adalah hal yang paling beruntung
Dimana namamu ada di selembar kertas yang aku bakar namun tak hangus
Sebab ia telah dibasahi dengan air mata
Kala doaku terseok di persimpangan jalan
Dan kau adalah hal yang paling aku sombongkan
Yang aku teriakan di tengah bising letus tembakan
Dimana diriku tak dapat terluka meski dihujani ribuan peluru
Sebab di tubuh inilah rindumu berlapis-lapis kukenakan