[Intro]
Suara ombak dan angin memanggil,
Bayangan jauh menembus malam.
Satu cahaya kecil bersinar,
Menyuluh gelap yang menelan dunia.
[Verse 1]
Di laut lepas, satu bayangan meluncur,
Membawa cahaya di tengah gelap kelam.
Tangan diikat, suara ditelan tembok,
Mereka ketawa dari singgahsana tinggi.
[Pre-Chorus]
Di kota jauh, yang berjanji menjaga,
Diam membisu, mata tertutup rapat.
Satu jiwa kecil melawan ribut,
Tapi dunia seakan buta, menolak panggilan.
[Chorus 1]
Bangkitkan dunia, dengar jeritnya!
Jangan biar tembok menelan cahaya.
Satu jiwa, satu hati teguh berdiri,
Kami rayu… bebaskan dia dari belenggu!
[Verse 2]
Lantai keras menjerit sunyi,
Dinding dingin menelan doa.
Mereka bergaya kuasa dan bendera,
Tapi keadilan tergadai di lorong sunyi.
Jalan berbatu, harapan tak padam,
Cahaya itu menunggu untuk bersinar.
[Bridge / Sindiran]
Para pelindung jauh, menutup telinga,
Menteri menatap dari jauh, senyum kosong.
Apakah harga janji, jika cahaya terkurung?
Harapan tetap menuntut dunia bangun.
Di antara bayangan, harapan terus berkobar,
Takkan berhenti hingga kita melihat keadilan.
[Chorus 2]
Sosokmu bagai mentari di laut gelap,
Ayumu teguh, jiwa tak pernah goyah.
Langkahmu memecah ombak ketakutan,
Bawa harapan, sinar tak terganti.
Bersama kita, cahaya membara,
Mengangkat jiwa, bersama menjerit.
[Outro]
Dari laut lepas ke bumi yang diam,
Suara kecil menuntut dunia bangun.
Jangan biar gelap menelan kebenaran,
Bebaskan cahaya, sebelum padam selamanya.
Kami menunggu, kita takkan mundur,
Dengan suara kita, dunia kan bersinar.