[Verse]
Jalan sempit penuh duri tajam
Gelap pekat tak ada remang-remang
Seribu rintangan menghalangi depan
Kepalan tangan masih terus bertahan
[Chorus]
Melawan badai yang terus menggila
Seribu kemustahilan menantang jiwa
Satu keyakinan takkan pernah sirna
Hingga perjuangan menjadi cahaya
[Verse 2]
Luka di dada bak neraka membara
Teriakan jiwa menembus udara
Tak peduli sejauh apa jalan ini
Satu langkah maju takkan berhenti
[Chorus]
Melawan badai yang terus menggila
Seribu kemustahilan menantang jiwa
Satu keyakinan takkan pernah sirna
Hingga perjuangan menjadi cahaya
[Bridge]
Keringat bercucuran deras bagai hujan
Amarah mendidih bak api di lautan
Takdir di tangan bukan di atas awan
Aku tetap berdiri meski dihancurkan
[Chorus]
Melawan badai yang terus menggila
Seribu kemustahilan menantang jiwa
Satu keyakinan takkan pernah sirna
Hingga perjuangan menjadi cahaya