(Verse 1)
Mentari terbit, tapi tak terasa hangat
Keringat menetes, beban di pundak semakin berat
Jalanan berdebu, saksi bisu perjuangan
Mencari sesuap nasi, di kerasnya kehidupan
(Chorus)
Uang dicari, mimpi dikejar, tapi seakan menjauh
Setiap hari berjuang, namun nasib tak berubah
Kerasnya hidup, bagai badai yang tak pernah reda
Namun semangat takkan padam, terus berjuang tanpa lelah
(Verse 2)
Kerja keras membanting tulang, siang malam tak kenal waktu
Namun rezeki seakan enggan, selalu saja menjauhi
Hutang menumpuk, impian terkubur dalam nestapa
Namun harapan tetap menyala, di tengah gelapnya dunia
(Chorus)
Uang dicari, mimpi dikejar, tapi seakan menjauh
Setiap hari berjuang, namun nasib tak berubah
Kerasnya hidup, bagai badai yang tak pernah reda
Namun semangat takkan padam, terus berjuang tanpa lelah
(Bridge)
Terkadang lelah, ingin menyerah, namun tak mungkin bisa
Ada keluarga yang menanti, senyum mereka adalah segalanya
Meski hidup keras, takkan pernah berhenti berusaha
Demi masa depan yang lebih baik, walau penuh dengan luka
(Chorus)
Uang dicari, mimpi dikejar, tapi seakan menjauh
Setiap hari berjuang, namun nasib tak berubah
Kerasnya hidup, bagai badai yang tak pernah reda
Namun semangat takkan padam, terus berjuang tanpa lelah
(Outro)
Kerasnya hidup, takkan mengalahkan semangat
Terus berjuang, hingga tiba saatnya kita menang
Karena setiap tetes keringat, akan berbuah kebahagiaan
Di kerasnya kehidupan, kita tetap bertahan.