[Verse 1 – Spoken/Rap-like flow]
Mentari menyinsing, rindu pun datang,
Dia jauh di mata, dekat di hati.
Serikandi jiwa, tenang seperti senja,
Wajahnya bulan, langkahnya cahaya.
---
[Chorus – Lembut, sedikit nyanyian]
Oh kasih...
Kau tenang dalam ribut fikiranku...
Rinduku mengalir perlahan,
Seperti sungai ke laut — tak pernah henti...
---
[Verse 2 – Flow + sedikit melodi]
Waktu senja, aku berbicara dengan langit,
Doaku halus, berharap kau dengar bisikkanku.
Bayangmu dalam lena, peluk aku diam-diam,
Senyummu, cahaya yang buat dunia perlahan.
---
[Bridge – Lo-fi beat solo]
( "Kau segalanya... dambaanku...")
[Verse 3 – Doa dalam lirik]
Ya Allah, Tuhan yang Maha Mengetahui,
Dalam diam aku titip rindu.
Jika dia tercipta buatku,
Lembutkan hatinya, dekatkan kami selalu.
Tuntun langkahku ke arah redha,
Agar cinta ini tak lalai, tak alpa.
Jadikan dia tenangku di dunia,
Dan syurga buatku di akhirat sana.
---
[Chorus (repeat with layering)]
Oh kasih...
Kau tenang dalam ribut fikiranku...
Rinduku mengalir perlahan,
Macam sungai ke laut — tak pernah padam...
---
[Verse 4 – ]
Aku bukan insan yang sempurna,
Tapi cintaku jujur, bukan pura-pura.
Setiap sujudku terselit namanya,
Memohon Tuhan satukan jiwa kita.
Andai takdir jauhkan seketika,
Izinkan rindu ini menjadi penjaga.
Doaku tiap malam sunyi,
Agar kita dipertemukan dalam kasih abadi.
---
[Bridge – Dengan bisikan vokal]
Kau hadir bukan sekadar ujian,
Tapi hadiah yang aku mahu simpan...
---
[Final Chorus – Pelan, penuh harapan]
Oh kasih...
Dengarlah suara hatiku yang berdoa...
Dengan izin Yang Esa...
Kau suri jiwaku, selamanya...
---
[Outro – Spoken word]
"Jika benar cinta ini dari-Mu,
Maka peganglah hati kami dalam redha-Mu..."
---
[Final Chorus – ]
Oh kasih...
Walau dunia senyap dan runtuh pun,
Namamu tetap berlagu dalam aku...
Dengan izin Yang Esa...
Kau suri jiwaku, selamanya...
---
[Outro – Beat slow fade out]
(“Dia... segalanya… dambaanku…”)