[Verse 1]
Sendirian di modul
jendela jadi wajahku
Planet kecil di bawah
diam, seperti menunggu
Sarung tangan dingin
jari hitung sisa hari
Panel berkilat redup
aku jaga napas ini
Ada pesan yang kubaca
sudah tiga kali ulang
Kau bilang, “jangan jatuh”
tapi langit terus melayang
[Pre-Chorus]
Pelan-pelan hilang
garis di tepi api
Aku menatap terang
yang patah di hadapku ini
Jantungku ikut mundur
saat cakrawala retak
Kalau pagi tak kembali
siapa yang pulang duluan?
[Chorus]
Matahari memudar
memudar, memudar
Aku masih berdiri
di ujung udara
Matahari memudar
memudar, memudar
Jangan tinggal gelap
di dalam dada
[Verse 2]
Alarm kecil berbunyi
seperti ketukan marah
Kabel melingkar rapi
namun pikiranku pecah
Di kaca ada bayang
helm, mata, dan lelah
Aku tulis namamu
di kabut yang segera lenyap
Satu orbit lagi
lalu sunyi memanjang
Aku rapatkan sabuk
seolah bisa pegang bintang
Tapi yang paling berat
bukan dingin, bukan jarak
Melainkan ingat suara
yang makin jauh, makin samar
[Pre-Chorus]
Pelan-pelan hilang
garis di tepi api
Aku menatap terang
yang patah di hadapku ini
Jantungku ikut mundur
saat cakrawala retak
Kalau pagi tak kembali
siapa yang pulang duluan?
[Chorus]
Matahari memudar
memudar, memudar
Aku masih berdiri
di ujung udara
Matahari memudar
memudar, memudar
Jangan tinggal gelap
di dalam dada
[Bridge]
[Glitch Breakdown]
Kau... kau... kau bilang tunggu
Aku... aku... masih di sini
Bila semua padam
biar kubawa serpih cahayamu
Di stasiun yang sepi
aku takkan lepas lagi
[Final Chorus]
Matahari memudar
memudar, memudar
Aku masih berdiri
di ujung udara
Matahari memudar
memudar, memudar
Kalau pagi tak datang
aku nyalakan langkahku
Matahari memudar
memudar, memudar
Aku masih berdiri
di ujung udara