[Verse ]
Kita berlayar di laut yang tenang,
Tanpa peta, tanpa pelabuhan.
Kupinjam hangatmu tiap malam,
Seperti api yang tak butuh bahan bakar.
[Verse 2]
Kau adalah hujan yang tak jadi badai,
Turun pelan tapi buat aku basah sampai hati.
Kita bicara dalam bahasa diam,
Menyulam rindu tanpa benang janji.
[Reff]
Kita ini kisah yang tak punya bab akhir,
Berjalan lurus tapi tak pernah hadir.
Kau di sisiku, tapi tak benar-benar di sini,
Kita nyaman dalam bingkai yang tak pernah tergantung di dinding.
[Verse 3]
Aku taman, kau angin yang singgah,
Membuat bunga mekar tanpa jaminan musim.
Kita senja yang tak pernah jadi malam,
Indah tapi rapuh di ujung pandang.
[Bridge]
Andai hati bisa memilih bentuk,
Mungkin kita sudah jadi rumah, bukan tenda.
Tapi kau lebih suka langit luas,
Tak ingin dikurung, meski tahu aku pelindungnya.
[Reff (ulang)]
Kita ini kisah yang tak punya bab akhir,
Berjalan lurus tapi tak pernah hadir.
Kau di sisiku, tapi tak benar-benar di sini,
Kita nyaman dalam bingkai yang tak pernah tergantung di dinding.
[Outro]
Kita hanyalah bayangan dalam cahaya sore,
Ada… tapi tak pernah jadi nyata sepenuhnya.