Dendam mendidih perih
Kehilangan menjadi duka
Berputar-putar di kepala
Kepercayaan yang punah
Maka pada tanah yang tak kukenal
Pada cemara-cemara menjulang
Bumi yang keras dan salju yang beringas
Kupasrahkan hidup dan kenangan
Lapar dan gigil menjadi nikmat
Kukira akan menghantar kematian
Namun justru menjadi awal kehidupan
Tumbuh dari sebuah persahabatan
Lalu pada senja-senja jingga
Terucap cerita-cerita luka yang pekat
Bahwa hidup menyediakan ruang duka
Yang setara dengan ruang suka