(Verse 1)
Alkisah disuatu dapur
Lahirlah seorang pemuda
Pemuda karang taruna
Badan tinggi rambut kekinian
Namanya Fadriansyah, panggilannya Ari
Bikin seisi dapur ingin sembunyikan hp
(Chorus)
Ooh Fadriansyah... Ari si raja cekik
Sukanya mencekik anggota dapur
Teman lagi kerja, dia cekik
Teman lagi fokus dia ketek telil nya
Ari... Ari... si tukang cekik
Belum lagi tarif ongkirnya mahal
Belum menang sudah sibuk pesan kopi
Kasian Jame suka jadi korban nya
(Verse 2)
Kopi panas digelas kok sudah habis?
Ternyata diteguknya satu kali tegukan
Korek ku baru beli kok hilang?
Ternyata dia kantongi semua
Dia tersenyum puas di sudut sana sendiri
Baru bilangnya "aduh kumat asam lambung?"
Padahal kasih kode ke ketua safar dan cota
(Bridge)
Meskipun dia suka mencekik
Meskipun dia suka ambe korek
Meskipun dia suka abiskan kopi orang
Kalo Ari nggak masuk, baru sibuk dicari
Bilangnya : "mana kau ini ndada yang lepyakkan ini"
"Bagaimana nasip kita siang ini kanda"
(Outro)