(Intro - Nada santai, berbisik manja)
Duh, kenapa sih kisahku selalu berjarak satu meter?
Flashback bentar, boleh dong, ya kan?
(Bait 1 / Verse 1 - Nada riang, cepat, bercerita)
Tahun pertama itu, meja kita satu deret kedua dari depan. Kau pinjam pensilku, ku pinjam penghapusmu, modus aman. Datang Kelas Delapan, jarak kita sejauh koridor. Kalau mau ketemu, harus mutarin koridor (biar kelihatan nggak sengaja).
(Pra-Chorus - Nada meninggi, penuh harap)
Sekarang Kelas Sembilan, ternyata nasib berpihak lagi. Papan tulis kita pisah, tapi jendelanya ketemu. Tiga tahun berjalan, kok ya cintanya nggak lulus-lulus?
(Chorus - Nada Pop Ceria, beat kuat, vokal bertenaga, Salting Akut!)
Kau di pintu, aku di jendela, pandangan bertemu. Aku buang muka cepat, tapi telinga panas tak karuan. Dinding Pembatas Kelas ini, kode keras dari semesta. Kita saling curi-curi, ketahuan lagi, aduh mau taruh di mana muka?
(Bait 2 / Verse 2 - Nada santai, kontras online-offline)
Setiap malam HP-ku bergetar di bawah bantal. Kamu kirim meme lucu, bahas PR yang nggak selesai. Giliran ketemu di jalan, kita sama-sama bisu, patung sekolah. Padahal di chat heboh, sampai subuh, takut ketahuan Ibu!
(Pra-Chorus - Nada meninggi, penuh harap)
Sekarang Kelas Sembilan, ternyata nasib berpihak lagi. Papan tulis kita pisah, tapi jendelanya ketemu. Tiga tahun berjalan, kok ya cintanya nggak lulus-lulus?
(Chorus - Nada Pop Ceria, beat kuat, vokal bertenaga, Salting Akut!)
Kau di pintu, aku di jendela, pandangan bertemu. Aku buang muka cepat, tapi telinga panas tak karuan. Dinding Pembatas Kelas ini, kode keras dari semesta. Kita saling curi-curi, ketahuan lagi, aduh mau taruh di mana muka?
(Bridge - Nada melambat, dramatis, iringan musik menipis, The Confession)
Malam itu, pukul sepuluh kurang lima. Kau kirim chat panjang, bukan tentang pelajaran. Katamu, "Sebenarnya..." jantungku langsung berdisko! "Aku suka kamu, sudah dari kelas tujuh juga."
(Chorus Akhir - Nada Pop Ceria, beat kuat, vokal bertenaga, Salting Maksimal!)
Kau di pintu, aku di jendela, pandangan bertemu. Aku buang muka cepat, tapi telinga panas tak karuan. Dinding Pembatas Kelas ini, ternyata adalah jalan cerita. Kita tak lagi diam, tapi senyum-senyum di sekolah karena chat semalam!
(Outro - Nada berbisik, memudar perlahan, senyum manis)
Akhirnya tanda-tanda itu jadi kata-kata. Ternyata, dia juga pura-pura bisu karena salting sama kayak aku.