---
Verse 1
Jejak api di tanah hangus
Senjata diam, semua telah lurus
Kata-kata tak mampu lawan
Saat gelap menghapus harapan
Di punggungku tanda cahaya
Tapi kini redup, nyaris sirna
Aku Avatar, penjaga dunia
Tapi hari ini... aku kalah
karna perbuatan ibu
yang biadab
Verse 2
Di sisiku, burung elang
Sayapnya patah, matanya suram
Dulu dia terbang bersama angin
Kini gemetar menahan dingin
itu karna ibu rio kambuh gilanya
Pre-Chorus
Kami berdua... terluka
Dunia bisu, langit pun kecewa
ibu.....ibu......ibu....
orang gila
orang gila
Chorus
Langit jatuh ke atas kepala
Tak ada tempat untuk bersembunyi
Aku menangis di antara puing
Sementara elangku tak lagi bernyanyi
Kekuatan tak selamanya menang
Bahkan cahaya bisa tenggelam
Tapi meski hati ini remuk
Aku masih genggam sisa peluk
Verse 3
Kubisikkan padanya pelan
“Kau tak sendiri, jangan bertahan sendirian”
Meski tak bisa lagi terbang
Kita masih bisa menatap bintang
mentang mentang banyak ayamnya
kita terhipnotis dengan parede butassiknya
Bridge
Mungkin ini bukan akhir
Mungkin ini hanya diam yang getir
Tapi bila aku harus gugur
Biarlah denganmu, sang penakluk angin yang jujur
(Kembali ke Chorus)
ibu butassik kepalanya
batulase membara
Burung elang, tidurlah tenang
Di dada langit yang kelam
Besok mungkin tak datang
Tapi malam ini... kita tenang
---