Verse 1)
Aku di sini, di rumah yang sama
Tapi kau lihat aku seperti tak pernah ada
Aku bukan lelaki yang sempurna
Tapi cintaku padamu dulu nyata
Kau diam, bukan kerana kau benci
Tapi kerana kau penat mengalah
Aku faham itu sekarang
Tapi terlambat untuk kau masih rasa
(Chorus)
Diammu luka untukku
Kerana aku masih sayang padamu
Aku yang dulu tak pernah minta maaf
Kini menangis dalam diam sendirian
Kau mengalah dulu untukku
Tapi aku terlalu buta untuk melihat
Sekarang hati ini sepi
Bukan kau tinggalkan aku — tapi cintamu mati perlahan
(Verse 2)
Aku lelaki, aku kuat di luar
Tapi di dalam, hati aku hancur
Setiap senyum palsumu di pagi hari
Adalah pisau yang menyayat lembut
Aku cuba raih tanganmu semalam
Tapi kau tarik tanpa marah
Aku tahu saat itu
Ada sesuatu di antara kita yang sudah tidak sama
(Chorus)
Diammu luka untukku
Kerana aku masih sayang padamu
Aku yang dulu tak pernah minta maaf
Kini menangis dalam diam sendirian
Kau mengalah dulu untukku
Tapi aku terlalu buta untuk melihat
Sekarang hati ini sepi
Bukan kau tinggalkan aku — tapi cintamu mati perlahan
(Bridge)
Dan aku ingin kau tahu
Aku bukan minta kau kembali seperti dulu
Aku cuma minta kau dengar
Bahwa lelaki ini akhirnya mengaku salah
Aku rindu pelukan yang dulu hangat
Aku rindu matamu yang dulu lembut padaku
Maafkan aku, isteriku
Aku lambat, tapi lukaku sebesar lukamu
(Outro – soft, slowly fading)
Sekarang aku duduk di depanmu
Kau melihatku tapi kau tidak lagi di sini
Aku masih menunggu
Bukan untuk kau berubah
Tapi untuk kau tahu
Aku tetap lelaki yang mencintaimu
Hanya aku terlambat menyedari
Bahwa diammu…
Adalah tangisan yang paling sunyi.