(Verse 1)
Senja kembali, di ambang jendela sepi
Tanpa bayangmu, hati terasa sunyi
Hanya angin malam, membisikkan namamu
Mengantar rindu, yang kian membelenggu jiwaku
(Pre-Chorus)
Setiap detik, ada ujian tanpa suara
Menghitung waktu, seperti butiran pasir di telaga
Tapi ku tahu, cintamu adalah jangkar terkuat
Menahan badai, meski ragamu tak tersemat
(Chorus)
Oh, Jarak ini takkan pernah merenggut Janji kita
Kau pergi jauh, namun bayangmu di sini, menjaga
Hembuskanlah rindu, biar sampai pada telingamu
Bahwa aku di sini, menanti temu yang menggebu
Cepatlah pulang, kekasih, peluklah aku kembali
Dalam debar yang sama, kita rajut lagi hari
(Verse 2)
Foto usang di nakas, kini jadi teman bercerita
Mengingat tawa lepas, saat kita masih berdua
Kurasakan sentuhanmu, dalam setiap hembusan napas
Menghangatkan dingin, meski malam terasa tak berbatas
(Bridge)
Bukan harta, bukan tahta, yang kuinginkan kini
Hanya tatap matamu, mengakhiri sunyi
Rindu ini bukan lagi sekedar getar biasa
Ini adalah api, yang membakar hingga ke ujung rasa
(Chorus)
Oh, Jarak ini takkan pernah merenggut Janji kita
Kau pergi jauh, namun bayangmu di sini, menjaga
Hembuskanlah rindu, biar sampai pada telingamu
Bahwa aku di sini, menanti temu yang menggebu
Cepatlah pulang, kekasih, peluklah aku kembali
Dalam debar yang sama, kita rajut lagi hari
(Outro)
Pulanglah... sebelum rindu ini menjelma
Kutitipkan doa, agar kita cepat bersama
Dan bertemu... kekasih
Ku menantimu, di batas cakrawala.