(intro)
Di zaman dahulu, saat gelap melanda
Manusia tertipu, menyembah batu dan arca
Ada Ibrahim, berakal dan berpandangan terang
Mencari Tuhan sejati, jalan lurus yang takkan hilang
Ia tegur kaum, "Kenapa sujud pada benda mati?
Berhala tak bantu diri, apalagi beri arti!"
Raja Namrud marah, perintah bakar hidup-hidup
Tapi kuasa Allah ubah api jadi taman yang teduh
Lalu perintah datang, tinggalkan Hajar dan Ismail
Di lembah tandus kering, tanpa air dan tumbuh gandum
Ia pasrahkan hati, jalani rencana Ilahi
Mata air Zamzam mengalir, tanda kasih yang abadi
Waktu berlalu, Ismail tumbuh gagah dan beriman
Hingga mimpi datang, ujian terbesar bagi keduanya di zaman
Perintah suci: "Korbankan buah hati yang kau sayang"
Ibrahim bertanya, hati bergetar namun tetap tegar dan tenang
"Wahai anakku, mimpiku menyembelihmu demi Tuhan
Bagaimana pendapatmu, apa jawaban dan harapan?"
Ismail menjawab lantang, jiwanya penuh ketaatan
"Wahai Ayah, lakukanlah, aku siap dalam kepatuhan!"
Pisau sudah di tangan, hati ikhlas menyerahkan segalanya
Saat momen tiba, Allah ganti dengan domba kebahagiaan
Bukan darah yang dicari, tapi hati yang tulus dan pasrah
Itulah inti ibadah, iman yang kokoh dan takkan retak
Itulah asal mula, lahirnya Hari Raya Idul Adha
Mengingat jejak nabi, pengorbanan yang sangat mulia
Setiap tahun kita rayakan, dengan semangat yang sama
Meneladani Ibrahim, cinta Tuhan di atas segalanya
Kita sembelih hewan kurban, sapi, kambing atau domba
Bukan sekadar daging, tapi berbagi pada sesama
Bagi yang mampu beri, bagi yang kurang terima
Ikatan persaudaraan, erat terjalin bersama
Daging dibagikan pada fakir miskin, kerabat dan tetangga
Mengajarkan kita berbagi, peduli pada sesama manusia
Bukan soal banyaknya harta, atau besarnya hewan yang ada
Tapi ketulusan hati, yang jadi cahaya dan bernilai di sana
Di padang Arafah, jutaan jemaah berdiri bersatu
Mengikuti langkah Ibrahim, haji jadi puncak ibadah yang jitu
Melempar jumrah lawan hawa nafsu dan bisikan setan
Menjauhi keburukan, kembali suci dan aman
Idul Adha mengajar, arti taat dan pengorbanan
Menang atas nafsu, teguh dalam keimanan
Seperti Ibrahim dan Ismail, yang lulus ujian berat
Kita pun diajak hidup jujur, beramal dan berbuat hemat
(Penutup)
Jadi setiap kali Idul Adha datang menyapa
Ingat kisah nabi, teladan yang nyata dan berguna
Berbagi, berbakti, teguh pada jalan yang benar
Itulah warisan suci, sampai kapan pun dan selamanya.