(Verse 1)
Malam datang, bintang berkelip di langit gelap
Aku duduk sendiri, merenungi janji yang terucap
Kau tawarkan hati, kau berikan semua
Namun hatiku terbelah, di antara dua dunia
(Chorus)
Aku di persimpangan jalan, antara cinta dan cita-cita
Satu sisi memanggilku pulang, sisi lain mengajakku terbang
Hatiku bertanya, bisakah keduanya berjalan seiring?
Atau harus kupilih salah satu, dan biarkan yang lain teriris?
(Verse 2)
Kau genggam erat tanganku, kau bilang "jangan pergi"
Tapi di depan sana, mimpiku memanggil dengan pasti
Di setiap langkahku, kudengar namamu
Namun di setiap hembusan napas, kurasa panggilan itu
(Chorus)
Aku di persimpangan jalan, antara cinta dan cita-cita
Satu sisi memanggilku pulang, sisi lain mengajakku terbang
Hatiku bertanya, bisakah keduanya berjalan seiring?
Atau harus kupilih salah satu, dan biarkan yang lain teriris?
(Bridge)
Mungkin ini bukan pilihan, tapi sebuah pengorbanan
Mengubur cinta, demi satu impian
Atau mengubur impian, demi sebuah kebahagiaan
Keduanya sama-sama sakit, sama-sama tak ada yang menang
(Chorus)
Aku di persimpangan jalan, antara cinta dan cita-cita
Satu sisi memanggilku pulang, sisi lain mengajakku terbang
Hatiku bertanya, bisakah keduanya berjalan seiring?
Atau harus kupilih salah satu, dan biarkan yang lain teriris?
(Outro)
Maafkan aku...
Jika cintaku tak bisa kupenuhi...
Karena jalanku terlalu panjang, untuk kau ikuti.