Lagi... ku pandang lembaranmu
Selembar putih bersih tanpa namaku
Terhampar luas di depan mataku
Menanti sebuah tulisan yang baru
Kusiapkan pena di jemariku
Kumpulan kata terangkai di benakku
Berharap bisa warnai duniamu
Walau kutahu... aku hanya kelabu
Jantung berdebar semakin cepat...
Saat kau tersenyum bukan untukku...
Nafasku tercekat...
Haruskah ku paksakan?
Setiap goresan hitam tinta kehidupan...
Mengisi setiap lembar putih lembaran kehidupan...
Mungkin aku tak bisa menggoresnya dengan baik seutuhnya...
Sketsa tentang kita... hanyalah ilusi yang terlanjur kubuat nyata...
Di lembaran hatimu... tak ada ruang untukku...
Pernah kucoba sentuhkan warnaku
Setitik saja di sudut harimu
Namun kau hapus dengan acuhmu
Seakan goresanku hanyalah debu
Kau tulis cerita indahmu sendiri
Dengan pena pilihan dari sang hati
Dan aku di sini, masih terdiam sunyi
Memegang tinta yang tak pernah kau nanti
Jantung berdebar semakin cepat...
Melihatmu tertawa bukan denganku...
Duniaku sekarat...
Haruskah ku menyerah?
Setiap goresan hitam tinta kehidupan...
Mengisi setiap lembar putih lembaran kehidupan...
Mungkin aku tak bisa menggoresnya dengan baik seutuhnya...
Sketsa tentang kita... hanyalah ilusi yang terlanjur kubuat nyata...
Di lembaran hatimu... tak ada ruang untukku...
Mungkin penaku yang salah arah...
Atau tintaku yang tak cukup berwarna...
Tuk hiasi duniamu yang sudah cerah tanpaku...
Aku hanya noda... yang tak seharusnya ada...
Setiap goresan hitam tinta kehidupan!
Mengisi setiap lembar putih lembaran kehidupan!
Mungkin aku tak bisa menggoresnya dengan baik seutuhnya!
Sketsa tentang kita... hanyalah ilusi yang terlanjur kubuat nyata!
Di lembaran hatimu... tak akan pernah ada aku!
Di lembaran hatimu...
Tintaku telah mengering...