Aku adalah mega yang menutupi separuh langitmu,
Dan kau bagai rembulan yang purnama,
Cahayamu gemilang, memukau kalbu,
Menyingkap kelam, membawa pesona.
Aku awan, menari di sekitar sinarmu,
Kau bulan purnama, ratu malam yang agung,
Setiap lekukmu bagai nyanyian semesta,
Menyapa jiwaku, merengkuh rinduku.
Wahai rembulan, di balik tabir malam,
Kau simpan rahasia yang tak terucap,
Aku mega, mengembara dalam diam,
Merindu sentuhmu, walau hanya dalam mimpi yang sesap.
Dalam kelam, kau hadir bagai nyala,
Menerangi jiwa yang resah dan kelana,
Wahai purnama, kau tak pernah tahu,
Betapa awan ini rela terhapus demi sinarmu yang syahdu.