Langkah di atas marmer lantai dua
Wangi menyapa sebelum raga
Bukan perebut receh di pinggir kota
Memikat dengan kelas, taktik, dan tahta.
[Musik]
Gelas kristal di balik gorden sutra
Tak butuh keributan...cukup senyum berharga
Menjerat jemari yang bosan janji lama
Mengganti hangat rumah dengan bumbu rahasia.
[Reff]
Pakaian bermerek membungkus ambisi
Bukan cuma hati...yang ia incar adalah posisi
Tenang...Anggun...Bergerak tanpa emosi
Menjadi badai dalam rumahtangga penuh fiksi.
Istri sah menangis memeluk sajadah sepi
Ratu bayangan tertawa di puncak mimpi
Menangkan mahkota di rapuhnya janji
Berdiri mewah atas hancurnya istana suci.