Hujan lebat di luar jendela
Sama deras dengan air mata
Melihat sekeping gambar yang kau hantar
Kau pilih dia, duniaku terus terdampar.
Aku tatap senyum mu yang bahagia
Di samping raga yang bukan aku punya
Sakitnya tuhan saja yang tahu
Bila tempatku kini diganti orang baharu.
Kau pilih dia...
ku lepaskan jemari ini
Namun jiwa ini mati,
terperangkap di sini
Setia menunggu walau tahu ku tak lagi dicari
Menghitung sisa nafas dalam sepi yang ngeri.
Andai satu hari nanti dia mengguris hatimu
Pulanglah... di sudut gelap ini aku masih milikmu.
Setiap malam ku peluk kenangan kita
Sambil meratapi takdir yang menyiksa
Orang kata aku gila kerana terus menanti
Tapi mereka tak tahu, tanpamu aku mati.
Mungkin dia mampu beri kemewahan dunia
Sesuatu yang tak pernah mampu ku ada
Tapi tanyalah hatimu wahai sayangku
Mampukah dia mencintaimu separuh nyawanya sepertiku?
Kau pilih dia...
ku lepaskan jemari ini
Namun jiwa ini mati,
terperangkap di sini
Setia menunggu walau tahu ku tak lagi dicari
Menghitung sisa nafas dalam sepi yang ngeri.
Andai satu hari nanti dia mengguris hatimu
Pulanglah... di sudut gelap ini aku masih milikmu.
Air mata ini saksi...
Kesetiaan yang tak dihargai...
Luka ini ku bawa mati...
Aku tetap... setia di sini