(Verse 1)
Di taman hujan yang kau janjikan,
Bunga-bunga mekar palsu, beracun manis.
Kau bilang cinta seperti angin lembah,
Tapi hembusmu hanya debu, menyengat jiwa.
Aku pandang wajahmu, bulan purnama bohong,
Cahayanya redup, tapi kau klaim terang abadi.
Oh, sayangku yang palsu, pelukmu seperti duri mawar,
Menancap dalam, tapi kau bilang itu pelukan surga.
(Chorus)
Munafik, oh munafik, bunga indah yang layu di malam,
Kau janji pelangi, tapi hujanmu asam, membakar tanah.
Aku benci, tapi kataku "cinta", sarkas dalam dada,
Kau mimpi indah yang beracun, kutukmu selamanya.
Munafik, ya munafik, hembus anginmu bohongan,
Aku tertawa dalam hati, sambil kumpat diam-diam.
(Verse 2)
Kau seperti sungai imajiner, mengalir ke lautan khayal,
Tapi airnya keruh, penuh lumpur janji busuk.
Aku ingat malam-malam kita, bintang jatuh yang kau cipta,
Ternyata hanya batu meteor, menghantam hati pelan-pelan.
Wahai kekasihku yang pura-pura, senyummu seperti matahari pagi,
Hangat di luar, tapi dingin membeku di dalam dada.
Kau bilang "selamanya", tapi itu hanya kabut pagi yang hilang,
Meninggalkan embun palsu, basah tapi tak pernah menyegarkan.
(Chorus)
Munafik, oh munafik, bunga indah yang layu di malam,
Kau janji pelangi, tapi hujanmu asam, membakar tanah.
Aku benci, tapi kataku "cinta", sarkas dalam dada,
Kau mimpi indah yang beracun, kutukmu selamanya.
Munafik, ya munafik, hembus anginmu bohongan,
Aku tertawa dalam hati, sambil kumpat diam-diam.
(Bridge)
Bayangkan saja, di hutan khayalanmu yang hijau,
Aku pohon tua yang kau tebang diam-diam.
Kau bilang "aku sayang", tapi kapakmu tajam,
Mengiris akar, meninggalkan luka yang tak terlihat.
Oh, munafik tercinta, semoga mimpi burukmu nyata,
Angin karma hembuskan debu janjimu kembali ke muka.
Aku berdiri di tepi jurang imajiner, melontarkan kutuk halus,
"Cinta abadi" kataku, sambil hati berteriak "neraka bagimu".
(Chorus Akhir - Fade Out)
Munafik, oh munafik, bunga indah yang layu di malam...
Kau janji pelangi, tapi hujanmu asam...
Aku benci, tapi kataku "cinta", sarkas dalam dada...
Kau mimpi indah yang beracun, kutukmu selamanya...
Munafik, ya munafik... (echo: hembus anginmu bohongan...)
Aku tertawa dalam hati, sambil kumpat diam-diam...