(Verse 1)
Pagi menulis namamu di langit sepi,
Embun jatuh seperti doa yang sunyi,
Langkahku tumbuh dari lelahmu dulu,
Aku hidup dari pengorbananmu.
(Pre-Chorus)
Kau diam dalam kuat,
Kau hilang dalam kasih,
Kini aku belajar,
Merindui tanpa menangis.
(Chorus)
Ayah/Ibu, kau nadi jiwaku,
Meski jasadmu tiada di waktu,
Setiap degup yang aku lalu,
Ada namamu di situ.
(Verse 2 – Emosi & Raw)
Kau rela patahkan diri demi aku,
Tubuhmu lelah, hatimu tak pernah keluh,
Sekarang aku berdiri sendiri,
Tapi setiap jatuhku, masih terasa sentuhanmu.
(Pre-Chorus)
Waktu tak pernah adil,
Ia hanya memisah raga,
Tapi kasihmu kekal,
Tak pernah tahu makna tiada.
(Chorus)
Ayah/Ibu, kau nadi jiwaku,
Meski jasadmu tiada di waktu,
Dalam jatuh, dalam bangunku,
Rinduku pulang kepadamu.
(Bridge)
Jika langit membuka pintu,
Terimalah salam rinduku,
Anakmu masih menyebut namamu,
Dalam doa yang tak berbunyi.
(Final Chorus)
Ayah/Ibu, di antara doa dan rindu,
Aku temukan wajahmu,
Hidupku adalah sambungan cintamu,
Dan aku menjaganya… selalu.
Ayah/Ibu, kau nadi jiwaku,
Meski jasadmu tiada di waktu,
Dalam jatuh, dalam bangunku,
Rinduku pulang kepadamu.