[Intro - (spoken – groove ringan, petikan gitar jazz masuk)]
"Dia datang bawa berkas dan senyum rapi...
Tapi tangannya? Lebih sibuk dari jadwal meeting hari ini."
[Verse 1]
Pakai jas, dasi, bicara sistem
Tapi sorotan matanya penuh algoritma ‘siapa yang cakep diem’
Ruang kerja jadi panggung kontes
Siapa yang manis, bisa diproses paling ekspres
[Pre-Chorus]
Sapaannya formal, tapi nadanya gatal
Di balik “apa kabar?”, ada niat nakal
Dia hafal SOP, katanya sih integritas
Tapi lidahnya licin kayak iklan bonus fasilitas
[Chorus]
Mister Profesional… tapi!
Ada sesuatu yang nggak bisa disensor di hati
Kerja sambil lirik, rapat sambil rayu
Katanya pelayanan, tapi kok kayak mau ngedate tiap waktu?
[Drop]
[Verse 2]
Di ruang konsultasi, kau jadi MC
Melayani, tapi sambil pilih-pilih chemistry
Ada senyum penuh strategi
Tapi bukan strategi kerja, lebih ke taktik flirting berapi
[Pre-Chorus]
Kau bilang semua demi prosedur yang ketat
Tapi kenapa tiap korban selalu merasa dijerat?
Tanganmu pegang pena, tapi juga pegang…
Ah sudahlah, publik juga mulai muak sekarang
[Chorus]
Mister Profesional… tapi!
Kau sulap meja kerja jadi mini runway pribadi
Power-mu kayak gincu, dipoles biar seksi
Tapi nilai moral? Tertinggal di lemari arsip basi
[Bridge - (spoken over mellow neo-soul keys)]
"Dan saat kami protes…
Kau bilang: ‘Jangan bawa perasaan.’
Padahal kau yang duluan bawa-bawa rayuan ke dalam pelayanan."
[Breakdown - (Nu-Disco bassline naik, brass masuk playful)]
Tanda tangan… tapi sambil godain
Meeting dinas… tapi hatinya lain
Evaluasi kerja… eh malah cari “jodoh”
Aduh, ini kantor, bukan reality show!
[Final Chorus - (funky, paduan vokal latar nambah satire)]
Mister Profesional… tapi!
Etikamu hilang di balik Wi-Fi instansi
Bukan soal kinerja, tapi libido dominasi
Kau bikin pelayanan berubah jadi parodi
[Outro - (jazzy & dramatic fade, spoken)]
"Selamat tinggal kepercayaan publik...
Dan selamat datang berita viral edisi berikutnya."