(Verse 1)
Dulu langkahku, berat tanpa arah
Setiap pagi, serupa malam yang pekat
Di persimpangan, ku berdiri tanpa peta
Jiwaku kosong, hanya debu yang melekat
Mencari makna, di setiap helai nafas
Menatap langit, tak terlihat bintang penuntun
Hari-hariku, hanyalah sebuah bekas
Puisi sedih, tanpa rima yang tersusun
(Pre-Chorus)
Aku tenggelam, dalam sunyi yang panjang
Hingga kau datang, bagai cahaya di kejauhan
Kau ulurkan tangan, bukan sekadar pandangan
Kau tawarkan mimpi, yang tak pernah terpikirkan
(Chorus)
Kaulah kompas, yang menunjuk utara
Mencipta peta, di hamparan jiwa yang hampa
Kau hadirkan tujuan, di mataku yang buta
Menarikku keluar, dari jurang tanpa nama
Demi dirimu, kini ku berdiri tegak
Menapak sukses, yang dulu terasa musnah
Kaulah alasan, segalanya jadi tampak
Cinta yang membimbing, hingga aku berubah
(Verse 2)
Kau yakinkan aku, bahwa aku berharga
Lewat senyumanmu, kau bisikkan kekuatan
Kau buka mataku, pada potensi yang tersembunyi
Kau jadi api, membakar semangat di dada
Tak lagi ragu, ku ambil setiap peluang
Tidurku singkat, mimpi-mimpi kini nyata
Kau di sampingku, setiap kali ku berjuang
Inspirasiku, penyejuk di tengah badai
(Pre-Chorus)
Aku tenggelam, dalam sunyi yang panjang
Hingga kau datang, bagai cahaya di kejauhan
Kau ulurkan tangan, bukan sekadar pandangan
Kau tawarkan mimpi, yang tak pernah terpikirkan
(Chorus)
Kaulah kompas, yang menunjuk utara
Mencipta peta, di hamparan jiwa yang hampa
Kau hadirkan tujuan, di mataku yang buta
Menarikku keluar, dari jurang tanpa nama
Demi dirimu, kini ku berdiri tegak
Menapak sukses, yang dulu terasa musnah
Kaulah alasan, segalanya jadi tampak
Cinta yang membimbing, hingga aku berubah
(Bridge)
Lihatlah diriku, yang berdiri di puncak ini
Semua karena kau, yang tak pernah lelah percaya
Kau bukan sekadar cinta, kau adalah energi
Fondasi kokoh, bagi masa depan kita
(Chorus)
Kaulah kompas, yang menunjuk utara
Mencipta peta, di hamparan jiwa yang hampa
Kau hadirkan tujuan, di mataku yang buta
Menarikku keluar, dari jurang tanpa nama
Demi dirimu, kini ku berdiri tegak
Menapak sukses, yang dulu terasa musnah
Kaulah alasan, segalanya jadi tampak
Cinta yang membimbing, hingga aku berubah
(Outro)
Terima kasih, kasihku...
Kau adalah takdir, yang mengubah nasibku
Dari nol... hingga kini bersamamu.
(Fade out perlahan dengan melodi yang optimis dan penuh kehangatan).