(Verse 1)
Lampu kota mencair di ujung mata
Kamu tersenyum, tapi wajahmu ada tiga
Waktu melambat, berputar seperti roda
Apakah ini cinta, atau hanya dopamin yang menggoda?
Aku menyentuh tanganmu, tapi rasanya seperti awan
Logikaku runtuh, tenggelam dalam penawaran
(Pre-Chorus)
Dengarkan detak ini... (suara bisikan)
Apakah jantungmu yang berdegup, atau dadaku?
Garis antara kau dan aku mulai menyatu
Tutup matamu, buka pikiranmu
Biarkan frekuensi ini mengambil alih dirimu
(Chorus)
Kita terjebak dalam simfoni ilusi
Mencari arti cinta di ruang halusinasi
Warna-warni bicarakan namamu di dinding kamar
Suaramu menggema, membuat distorsi makin samar
Apakah kau nyata? Atau kau hanya fiksi?
Yang diciptakan otakku saat kesepian melanda diri...
(Verse 2)
Sekarang coba dengar suara di telinga kirimu
Itu adalah ego yang perlahan mulai membiru
Kau lepas memoriku, kau acak sinapsisku
Kita berenang di lautan cairan psikotropika rindu
Makin aku meluncur, makin aku tak tahu
Mana yang kenyataan, mana yang abu-abu
(Bridge)
(Tempo melambat, efek gema meninggi)
Satu... dua... hitung mundur napasmu
Tiga... empat... biarkan melodi ini memelukmu
Kamu adalah aku yang di luar tubuhku
Aku adalah kamu yang terjebak di masa lalu
Lihat warnanya... dengar rasanya...
(Chorus)
Kita terjebak dalam simfoni ilusi
Mencari arti cinta di ruang halusinasi
Warna-warni bicarakan namamu di dinding kamar
Suaramu menggema, membuat distorsi makin samar
Apakah kau nyata? Atau kau hanya fiksi?
Yang diciptakan otakku saat kesepian melanda diri...
(Outro)
(Musik perlahan memudar / Fade out)
Larut... kita larut...
Gelombang otak kita menyatu...
Hanya ada gema...
Hanya ada kita...
Atau mungkin... hanya ada aku?