[Intro]
(Slow melodic clean guitar picking, reverb panjang)
(Sad synth strings bernafas perlahan)
(Heavy drum fill — masuk jiwa)
[Verse 1]
Aku berdiri… di ambang sunyi
Menatap bayang… yang sering memuja diri
Ramadhan datang… mengetuk kalbu yang bisu
Membawa pesan… yang lama aku sembunyi darimu
[Verse 2]
Kusingkap tirai… di sebalik gersang yang singgah
Rupanya hatiku… masih sujud pada dunia yang megah
Bukanlah dahaga… yang ingin ku ratapkan
Tapi sepi jiwa… yang lama aku abaikan
[Pre-Chorus]
(Distorted guitar mula membina)
Sepurnama… aku membakar “aku”
Mencari titik… di mana luruhnya rindu
Tuhan… kusebut nama-Mu
Dalam hening… yang penuh palsu
[Chorus]
Di pintu Ramadhan… aku tersungkur lagi
Malu pada-Mu… batin masih bermahkota diri
Tenggelamkanlah… segala rasa yang fana
Biar yang tinggal… hanya Cinta-Mu Yang Esa
Apalah ertinya… kosong di dalam jiwa
Jika di hujung sujud… aku masih merasa mulia
[Guitar Solo]
(Crying guitar solo — bend panjang, jiwa 90-an, menangis tanpa kata)
[Bridge]
Leburkan aku… sebelum aku kembali
Pulang ke asal… saat diri tak lagi kumiliki
Ramadhan ini… biarlah aku lenyap
Dalam cahaya-Mu… yang tak pernah gelap
[Chorus]
Di pintu Ramadhan… aku tersungkur lagi
Malu pada-Mu… batin masih bermahkota diri
Tenggelamkanlah… segala rasa yang fana
Biar yang tinggal… hanya Cinta-Mu Yang Esa
[Outro]
Hanya Kau yang wujud…
Aku hanyalah debu…
Di pintu Ramadhan-Mu…
Aku kembali…