(Intro)
Yo, cek sound, satu-dua
Jakarta, kota yang tak pernah tidur
Tapi mata hati banyak yang terlanjur terpejam
(Verse 1)
Bising janji-janji, seliweran di telinga
Banyak muka baru, tapi drama lama aja
Yang di atas sibuk, rebutan kursi panas
Yang di bawah bingung, perut masih keroncongan lapar
Bendera merah putih, katanya harga mati
Tapi kok dijual beli, demi kepentingan pribadi
Pembangunan gencar, tapi utang makin membengkak
Rakyat disuruh sabar, cuma dikasih sisa remah
Di balik gedung megah, ada cerita luka lama
Tanah rakyat dirampas, demi proyek ambisius mereka
(Chorus)
Ini bukan soal pilihan, ini soal nasib bangsa
Jangan bisu, jangan tuli, ayo kita buka mata
Keadilan cuma wacana, yang kaya makin berkuasa
Sampai kapan kita diam, jadi penonton setia?
Buka mata, buka telinga, jangan telan mentah-mentah
Suara rakyat adalah suara tuhan, jangan bungkam!
Mari kita bangkit, lawan politik busuk
Dari Sabang sampai Merauke, ayo kita bersatu
(Verse 2)
Media digenggam, berita dibuat seolah-olah
Yang benar disalahkan, yang salah malah jadi raja
Opini digiring, bagai domba-domba yang jinak
Kritik dibungkam, dibilang anti-pemerintah
Hukum tumpul ke atas, tajam ke bawah
Koruptor dihargai, rakyat kecil diabaikan
Demokrasi cuma hiasan, di atas kertas tertera indah
Tapi di jalanan, demonstran dibubarkan paksa
(Chorus)
Ini bukan soal pilihan, ini soal nasib bangsa
Jangan bisu, jangan tuli, ayo kita buka mata
Keadilan cuma wacana, yang kaya makin berkuasa
Sampai kapan kita diam, jadi penonton setia?
Buka mata, buka telinga, jangan telan mentah-mentah
Suara rakyat adalah suara tuhan, jangan bungkam!
Mari kita bangkit, lawan politik busuk
Dari Sabang sampai Merauke, ayo kita bersatu
(Bridge)
Dinding-dinding kota jadi saksi bisu
Teriakan rakyat yang tak pernah didengar
Harapan pudar, tapi semangat takkan mati
Sampai kapan? Sampai batas kesabaran ini habis!
(Outro)
Yo, sadar, sadar!
Ini bukan cuma lagu, ini suara dari hati
Politik bersih bukan cuma mimpi
Sadar! Gerak! Lawan!
Ini Indonesia, bukan milik segelintir orang
Peace out!