[Intro]
Malam berapi unggun, cahaya purnama,
Kau dan aku, di batas cerita.
Momen yang indah, takkan pudar,
Walau kita harus berpisah, ku takkan lupa.
[Verse 1]
Di antara tawa dan cerita,
Kau hadir dengan segala rasa,
Kekuranganmu jadi keindahan,
Aku terima, tanpa pertanyaan.
[Pre-Chorus]
Setiap dekap, setiap tatap,
Melukis kisah yang takkan padam,
Meski kini kita harus merelakan,
Hatiku, selamanya akan mengenang.
[Chorus]
Walau badai mengguncang, kita bertahan,
Kini alasannya, kita harus pergi,
Kau jatuh cinta padanya, terima dengan lapang,
Semoga bahagia, walau bukan dengan diriku lagi.
[Verse 2]
Di pelukan salju mimpi kita,
Api unggun menciptakan cinta luar biasa,
Sinar bulan menyaksikan, dalam diam,
Kisah kita terukir, dalam beribu harapan.
[Pre-Chorus]
Setiap kenangan, berharga tanpa tara,
Kau di hatiku, takkan sirna selamanya,
Meski terpisah oleh segala keadaan,
Kudoakan kemaslahatan dalam setiap jalan.
[Chorus]
Walau badai mengguncang, kita bertahan,
Kini alasannya, kita harus pergi,
Kau jatuh cinta padanya, terima dengan lapang,
Semoga bahagia, walau bukan dengan diriku lagi.
[Bridge]
Jika kelak kita bertemu,
Ku ingin lihat senyummu, versi terbaikmu,
Jangan ragu, jangan takut, kita pernah bahagia,
Setiap jejak langkah, abadi dalam jiwa.
[Outro]
Api unggun padam, namun cinta tak mati,
Di dalam jiwa, kau akan selalu di sini,
Setiap detik yang kita ukir, takkan terlupakan,
Di dalam hati, kau tetap ada, selamanya.